"SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI MEDIA INFORMASI BIDANG ENERGI DAN KETENAGALISTRIKAN DINAS PERTAMBANGAN DAN ENERGI KAB. KUTAI KARTANEGARA"

Jumat, 18 Oktober 2013

Presentasi Awal Inventarisasi Potensi Energi Baru Terbarukan

0 komentar

Berdasarkan DPA SKPD Nomor : 2.3.01.17.13.5.2 Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Kutai Kartanegara pada hari Kamis, 17 Oktober 2013 melaksanakan presentasi awal kegiatan Inventarisasi Potensi Energi Baru Terbarukan yang disampaikan oleh Pihak Konsultan PT. Nuansa Citra Mandiri.
Dalam presentasi tersebut disampaikan mengacu pada Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang ada bahwa pada presentasi pendahuluan ini disampaikan beberapa pengertian Energi Baru Terbarukan, jenis – jenis potensi yang bisa dikelola menghasilkan sumber daya energi baru terbarukan, yang ada dalam wilayah Kab. Kutai Kartanegara.
Yang melatarbelakangi kegiatan ini bahwa Indonesia memiliki pertumbuhan kebutuhan energi listrik yang sangat besar sehingga seringkali pertumbuhan beban tidak mampu diimbangi dengan penambahan pembangkit baru. Akibatnya sering timbul krisis energi listrik yang ditandai dengan pemadaman bergilir dimana-mana. Potensi energi baru terbarukan tersedia melimpah dan sering terbuang percuma, padahal potensi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif pengganti energi fosil.
Read more ►

Senin, 04 Maret 2013

Peninjauan dan sosialisasi bagi calon penerima PLTS di Desa Muhuran Kec. Kota Bangun

0 komentar

energikukar.blogspot.com
Berdasarkan DPA SKPD Nomor : 2.03.01.17.04.5.2  Kegiatan Pengadaan dan Pemasangan PLTS tahun 2013, dimana ada beberapa desa dalam wilayah Kab. Kutai Kartanegara yang akan mendapatkan bantuan PLTS salah satunya yaitu Desa Muhuran Kec. Kota Bangun. Setelah dokumen diterima maka dilanjutkan dengan melaksanakan tahapan-tahapan kegiatan diantaranya, melaksanaakan kroscek / peninjuan langsung ke lokasi desa pemohon sekaligus melaksanakan sosialisasi berkaitan dengan pengadaan PLTS tahun 2013.
Read more ►

Jumat, 30 November 2012

Presentasi Akhir Studi Perencanaan Kelayakan PLTS Komunal Desa Muara Enggelam Kec. Muara Wis Kab. Kutai Kartanegara

0 komentar
energikukar.blogspot.com
Pada tanggal 28 Nopember 2012 yang lalu telah dilaksanakan Presentasi Akhir Studi Perencanaan  Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal di Desa Muara Enggelam Kec. Muara Wis Kab. Kutai Kartanegara bertempat di ruang Bidang Energi dan Ketenagalistrikan Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Kutai Kartanegara.

Dalam presentasi tersebut juga dihadiri beberapa instansi terkait diantaranya , Bappeda, Balitbangda, Bapemas dan Pemdes, BPKAD, serta beberapa Pejabat Esselon III dan IV dilingkungan Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Kutai Kartanegara. Presentasi tersebut sebagai bagian dari tindak lanjut presentasi awal yang dilaksanakan sebelumnya. adapun hasil prenstasi tersebut sebagai berikut :
Read more ►

Rabu, 17 Oktober 2012

Peninjauan dan Survey Lokasi Permohonan PLTS Desa Muai Kec. Kembang Janggut

0 komentar
energikukar.blogspot.com
Listrik merupakan salah satu kebutuhan masyarakat sekarang ini, baik itu berupa pembangkit listrik konvensional dari PLN mapun pembangkit listrik dari energi alternatif. Dalam upaya memenuhi kebutuhan listrik masyarakat maka pihak desa menyampaikan permohonan bantuan berupa PLTS di Desa Muai Kec. Kembang Janggut Kab. Kutai Kartanegara. 
Read more ►

Rabu, 12 September 2012

Presentasi awal Perencanaan Studi PLTS Komunal di Desa Muara Enggelam Kec. Muara Wis

0 komentar
energikukar.blogspot.com 
Sebagai langkah awal dalam tahap pelaksanaan kegiatan di tahun anggaran 2012 ini,sesuai DPA SKPD 2.03.01.17.17.5.2 Kegiatan Perencanaan Studi Kelayakan PLTS Komunal di Desa Muara Enggelam Kec. Muara Wis, Bidang Energi dan Ketenagalistrikan Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Kutai Kartanegara melaksanakan yang dimulai dengan presentasi awal oleh pihak Pelaksana yaitu dari CV. Consultant Energy Indonesia, yang dilaksanakan pada tanggal 11 September 2012 diruang Bidang Energi dan Ketenagalistrikan Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Kutai Kartanegara.
Read more ►

Senin, 28 Mei 2012

Sosialisasi Kegiatan PLTS tahun 2012

0 komentar
energikukar.blogspot.com
Sehubungan dengan berjalannya kegiatan PLTS tahun anggaran 2012,maka pada tahap awal kegiatan dilaksanakan kegiatan sosialisasi pengadaan dan pemasangan PLTS di Desa Sebelimibingan Kec. Kota Bangun Kab. Kutai Kartanegara. Adapun dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh pihak masyarakat yang langsung dikoordinir Kepala Desa Sebelimbingan Bapak Syauqani. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Balai Desa Sebelimbingan yang pada saat itu sosialisasi dipimpin oleh Ibu Hj. Rita Hairani,BA (Kasi Pengembangan Listrik Pedesaan)dan dalam kesempatan itu disampaikan beberapa hal diantaranya : 1. Pendataan awal calon penerima PLTS tahun 2012 2. Persyaratan umum calon penerima PLTS 3. Jumlah unit PLTS yang akan diterima warga Desa Sebelimbingan tahun 2012 4. Pendataan langsung dikoordinir pihak Desa Tujuan sosialisasi agar nantinya barang yang diserahkan ke masyarakat benar tepat sasaran.Data yang ada nantinya sebagai pedoman dari PPTK untuk menyerahkan bantuan PLTS. (iskdr)
Read more ►

Kamis, 22 Maret 2012

Rapat subsidi masih buntu

0 komentar
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Pemerintah belum memperoleh kata sepakat terkait rencana penambahan subsidi listrik yang besarannya mencapai Rp64 triliun.

"Belum ada titik temu. Tapi pimpinan sepenuhnya memberi dukungan kepada komisi VII, subsidi listrik tidak perlu diubah," kata Wakil Ketua DPR, Pramono Anung, ketika ditemui usai rapat konsultasi Pemerintah bersama DPR di Gedung DPR RI Senayan Jakarta, Kamis 22 Maret 2012.
Read more ►

Rabu, 28 Desember 2011

Beberapa Kecenderungan Perkembangan Teknologi Penyediaan Tenaga Listrik

0 komentar

Umum

"Era Perubahan" atau "era of change" merupakan suatu ucapan yang dengan tepat menggambarkan suasana di mana perusahan-perusahaan penyedia tenaga listrik saat ini berada. Dengan perkembangan deregulasi yang kini terjadi di banyak negara, berbagai masalah yang dihadapi dan yang harus diselesaikan. Selain daripada itu, perubahan-perubahan terjadi pula dalam bidang penyediaan tenaga listrik, antara lain dalam bidang teknologi pembangkitan dan dalam bidang otomatisasi, yang kedua-duanya memberikan dampak yang besar pada pengelolaan perusahaan listrik. Dalam uraian ini diusahakan untuk mengemukakan beberapa kecenderungan perkembangan dalam dua bidang, yaitu teknologi pembangkitan dan teknologi otomatisasi.

Beberapa Kecenderungan Perkembangan Teknologi Pembangkit Listrik

Kedua kemelut energi yang terjadi pada tahun 1973 dan tahun 1979 menyoroti masalah ketergantungan suatu negara pada hanya satu jenis energi yang diimpor yaitu minyak. Hal ini menyebabkan terjadinya permintaan untuk pusat-pusat pembangkit tenaga listrik yang dapat mempergunakan jenis bahan bakar lain. Pada saat ini terdapat lima jenis bahan bakar untuk pembangkitan tenaga listrik, yaitu batubara, gas, hidro, nuklir dan minyak. Kemudian berkembang tuntutan-tuntutan lain, yaitu keperluan peningkatan efisiensi pembangkitan dan perlunya teknologi yang lebih bersahabat lingkungan. Aplikasi biomasa juga menjadi suatu sasaran yang penting.

Teknologi turbin gas, siklus kombinasi dan kogenerasi. Turbin gas kini memegang peran penting di dalam pengembangan pusat-pusat pembangkit tenaga listrik yang baru. Peran itu tampaknya masih akan berlanjut memasuki abad ke-21 yang akan datang. Sebab utama dominasi ini adalah efisiensi termal yang tinggi. Perkembangan yang cepat dari teknologi turbin gas mulai awal 1990an meningkatkan efisiensi pusat listrik siklus kombinasi mendekati 60 persen dengan mempergunakan gas bumi sebagai bahan bakar. Diperkirakan bahwa efisiensi ini masih akan lebih meningkat lagi dalam beberapa tahun mendatang. Selain daripada itu, pembangkitan siklus kombinasi dengan bahan bakar gas, sering disebut pusat listrik tenaga gas uap, atau PLTGU, adalah relatif lebih murah dari PLTU-bataubara. Lebih baik lagi bilamana dapat diperoleh pemasokan gas bumi dengan harga rendah. Selanjutnya juga dapat disebut bahwa gas bumi sering disebut sebagai bahan bakar yang "bersih" sehingga sebuah PLTGU mengakibatkan pencemaran lingkungan minimal. Indonesia, dalam hal ini PT PLN (Persero), kini telah banyak mengoperasikan PLTGU. Dapat dikemukakan bahwa pada saat ini perusahaan Amerika GE (General Electric) berusaha untuk meningkatkan efisiensi PLTGU yang dapat melampaui 60 persen dengan mempergunakan siklus kombinasi Kalina, yang mempergunakan sebagai fluida kerja suatu campuran dari air dan amonia.

Teknologi kogenarsi, yang membangkitkan energi listrik dan panas dapat menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi lagi bahkan hingga 90 persen. Teknologi ini juga sudah dimanfaatkan di beberapa pabrik di Indonesia.

Teknologi batubara bersih. Secara global, lebih banyak energi listrik dibangkitkan dengan batubara dibandingkan dengan bahan bakar lain. Situasi ini tampaknya masih akan berlanjut terus. Hal ini disebabkan bahwa cadangan batubara adalah besar. di lain pihak, masalah batubara adalah bahwa pembangkitan tenaga listrik dengan bahan-bahan lain merupakan kontributor pencemaran yang besar. Karenanya berbagai usaha dilakukan untuk mengurangi masalah pencemaran itu, yang sering dinamakan teknologi batubara bersih.

Teknologi gasifikasi merupakan pemecahan yang kini mulai dipandang sebagai teknologi batubara yang dapat memenuhi keperluan akan pembangkitan tenaga listrik yang bersih dan efisien. Diperkirakan, bahwa pada awal abad ke-21, PLTU batubara dengan teknologi gasifikasi akan mengeluarkan 99 persen lebih sedikit sulfur dioksida (SO2) dan abu terbang, serta 90 persen kurang nitrogen oksida (NOx) dari PLTU batubara masa kini. PLTU batubara gasifikasi juga diperkirakan akan menurunkan emisi karbon dioksida (CO2) dengan 35-40 %, menurunkan buangan padat dengan 40-50 % dan menghasilkan penghematan biaya daya 10-20 %. Teknologi gasifikasi digabung dengan teknologi turbin gas maju akan memegang peran utama dalam pusat-pusat pembangkit gasifikasi terpadu. Gasifikasi batubara maupun minyak residu sudah terjadi memanfaatkan kayu buangan atau bagas tebu juga menjanjikan. dengan meningkatnya tuntunan-tuntunan lingkungan, kemungkinan besar teknologi gasifikasi akan menyebabkan batubara akan dapat mempertahankan posisi utamanya sebagai bahan bakar untuk pembangkitan tenaga listrik. Karena memiliki cadangan batubara yang cukup besar,terutama yang berupa lignit, teknologi gasifikasi akan menjadi sangat penting bagi Indonesia di masa mendatang. Di Amerika Serikat telah ada bebarapa proyek demontrasi siklus kombinasi gas terpadu (Integrated Gas Combined Cycle, IGCC), antara lain Wabash River Repowering Project di Indiana dengan daya 262 MW, dan Camden Clean Energy Demonstration Project di New Jersey dengan daya 480 MW.

Teknologi pencairan batubara masih banyak terganggu oleh biaya yang tinggi. Negara yang paling maju dalam bidang ini adalah Afrika Selatan. Negara ini memiliki beberapa pabrik yang memproduksi batubara cair. Pabrik pertama adalah "Sasol One" terletak dekat kota Sasolburg, yang sejak pertengah 1950an telah berproduksi. Pabrik kedua, "Sasol Two", terletak di kota Secunde berproduksi sejak tahun 1980, dan pabrik ketiga, "Sasol Three", berproduksi sejak tahun 1982.nuklri mengalami beberapa perkembangan yang terutama merupakan pembuatan disain sedemikian hingga pusat listrik tenaga nuklir (PLTN) generasi berikut menjadi lebih andal, aman, ekonomis serta lebih mudah dioperasikan. Peningkatan keandalan dan keamanan diperoleh pada penyederhanaan sistem pipa primer, perbaikan pada mekanisme batang kendali, dan optimasi dari pendinginan intik dalam keadaan darurat. Peningkatan kemudahan operasi dan pemeliharaan antara lain karena perbaikan sistem instrumentasi dan pengendalian. Sedangkan penurunan biaya konstruksi dan operasi meningkatkan unjuk kerja secara ekonomis. Juga diperoleh penurunan jumlah dari limbah radioaktif yang dihasilkan. Di antara model-model baru dari beberapa pabrik dapat disebut ABWR (Advanced Boiling Water Reactor) dan SBWR (Simplified Boiling Water Reactor), kedua-duanya dari General Electric Kemudian westinghouse mengeluarkan tipe AP-600 sedangkan ABB-CE menghasilkan Sistem 80+. Sekalipun demikian dapat dikemukakan, bahwa sangat sedikit terjadi pembangunan PLTN yang baru. Juga Indonesia menangguhkan rencana pembangunan PLTN. Perkembangan terpesat PLTN kini terjadi di RRC, yang diperkirakan akan memiliki 20 GW daya terpasang PLTN pada tahun 2010, yang selain terbanyak terdiri atas PWR (Pressurized Water Reactor), juga akan membangun satu PLTN Candu (Canadian Deuterium Uranium), teknologi dari Kanada.

Magneto hidrodinamika. Teknologi pembangkit tenaga listrik magneto hidrodinamika (MHD) pada saat ini masih berada pada taraf pengembangan. PLT-MHD sistem terbuka dikembangkan di Rusia, dan mempergunakan batubara sebagai bahan bakar. Gas panas yang diberi benih dilewatkan suatu medan magnet yang kuat menghasilkan energi listrik arus searaha, yang dengan sebuah inventer dijadikan arus bolak-balik. sebuah instalasi berupa pilot proyek (U-25) MHD sebesar 25 MW dekat kota Moskow telah beroperasi. PLT-MHD sistem tertutup, yang memperguankan gas mulia dan memanfaatkan gas bumi sebagai bahan bakar, dikembangkan di Amerika Serikat. Antaralain westinghouse dan General Electric mengembangkan jenis pembangkit tenaga listrik ini.

Sel bahan bakar. Teknologi sel bahan bakar sebagai pembangkit tenaga listrik mempergunakan gas hidrogen sebagai bahan bakar. Pada asasnya cara kerja sel bahan bakar adalah kebalikan dari prinsip elektrolisa. Perusahaan general Electric dan general Atomic mengembangkan teknologi ini. Tokyo Electric Power Company di Tokyo, Jepang kini mengoperasikan sebuah pilot projek sebesar 11 MW, dan Consolidated Edison Company sebesar 4,8 MW di New York.

Energi terbarukan. Kebanyakan sumber daya energi terbarukan merupakan pendatang baru dalam bidang pembangkitan tenaga listrik. Penggunaan angin, panas bumi dan energi surya meningkat dalam tahun-tahun 1970-an dan 1980-an. Hal ini disebabkan terjadinya kemajuan teknologi, implementasi kebijakan pemerintah dan juga sebagai reaksi terhadap kemelut energi yang terjadi pada dekade 1970-an. Pemanfaatannya yang berlanjut juga disebabkan adanya persepsi nahwa energi terbarukan adalah bersahabat lingkungan dan juga mengurangi impor jenis bahan bakar lain. Akan tetapi, hingga kini pangsa pembangkitan tenaga listrik yang berasal dari energi terbarukan, termasu tenaga hidro, masih relatif kecil. Pada saat ini peran yang agak besar dari biomasa, angin dari sel suryaphotovoltaik, adalah pada listrik pedesaan. Peranan ini akan dapat menjadi lebih besar bilamana harga bahan bakar fosil akan banyak meningkat. Indonesia agak banyak memanfaatkan teknologi sel surya fotovoltaik untu listrik pedeaan.

Beberapa Perkembangan Teknologi Otomatisasi

Kemajuan-kemajuan yang terjadi dalam teknologi komputer dan komunikasi merupakan daya dorong penggunaan otomatisasi dalam semua industri, termasuk usaha penyediaan tenaga listrik. Era pemanfaatan komputer untuk aplikasi pemonitoran dan pengendalian berawal tahun 1950-an, terutama pada pusat-pusat tenaga listrik. Pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an terjadi peningkatan tajam dalam otomatisasi daya sebagai mini komputer. Muncul antara lain sistem SCADA (Supervisory Central and Data Acquisition) dan EMS (Energy Management Syatem). Secara umum dapat dikatakan, bahwa banyak kemajuan terjadi dalam bidang-bidang komunikasi, pembangkitan, operasi distribusi dan layanan pelanggan.

Teknologi komunikasi memegang peran penting dalam industri penyediaan tenaga listrik. Pada umumnya, perusahaan-perusahaan memiliki dan mengoperasikan sistem komunikasi dengan kemampuan yang terbesar di banyak negara. Antara laian dapat dikemukakan pemanfaatan PLC (Power Line Carriers) antar pusat tenaga listrik melalui saluran-saluran transmisi. Teknologi-teknologi baru seperti pemanfaatan satelit, serta serat optik dan sistem komunikasi seluler kini telah mencapai tingkat pemantapan yang tinggi, sehingga banyak dimanfaatkan oleh bidang penyediaan tenaga listrik. Perusahaan listrik berada dalam posisi yang kuat untuk bersaing dalam bidang komunikasi, karena memiliki lahan maupun tiang atau menara guna menggantung atau memasang serat atau kabel yang diperlukan. Selain dari itu banyak menara radio yang telah dipasang yang dapat dipakai sebagai antena. Penggunaan teknologi komunikasi yang mutakhir akan senantiasa diperlukan dan dimanfaatkan dalam bidang industri penyediaan tenaga listrik.

Pembangkitan tenaga listrik mengalami banyak dampak sebagai akibat deregulasi dan kompetisi yang terjadi dalam industri penyediaan tenaga listrik. Untuk menjadi kompetitif, perusahaan listrik perlu lebih memusatkan pemikiran pada keperluan para pelanggan. Sejumlah perusahaan listrik yang berfikir ke depan telah melakukan restrukturisasi usahanya dengan membentuk anak perusahaan pembangkitan (APP) dan anak perusahaan distribusi (ADP). Terbukanya akses pada jaringan transmisi mengakibatkan terjadinya perusahaan pembangkitan independen (PPI). Bahkan saluran transmisi akan dapat menjadi suatu perusahaan tersendiri. Dan dimungkinkan bahwa APP maupun PPI memiliki pelanggan tersendiri melalui perusahaan transmisi. Kiranya jelas, bahwa perkembangan-perkembangan ini membawa akibat besar terhadap operasi sistem yang memerlukan otomatisasi dengan taraf yang sangat canggih.

Distribusi tenaga listrik juga mengalami perubahan dinamika karena deregulasi. Otomatisasi dan pengendalian beban merupakan aspek-aspek yang banyak terpengaruh. Pengendalian beban didefinisikan sebagai kemampuan untuk pengendalian dari jarak beban pemakai dari satu tempat terpusat. dalam konteks ini pengelolaan sisi pemakai (demand-side) management) tidak termasuk pengendalian beban. Apakah pengendalian beban di waktu mendatang menjadi lebih penting, tergantung dari pertumbuhan otomatisasi di dalam operasi distribusi. Dalam banyak hal akan diperlukan sistem pengendalian yang lebih canggih daripada yang kini dipakai. Sistem-sistem GIS (Geographic Information System) semula merupakan sistem-sistem pemetaan dan pengelolaan fasilitas yang berawal di bagian teknik. Fasilitas-fasilitas itu kemudian dilengkapi dengan kemampuan utnuk mengikuti fasilitas-fsilitas distribusi. Walau semula sistem GIS kurang disukai, terutama karena biayanya tinggi, tuntutan-tuntutan masa kini menyebabkan bahwa GIS diperlukan dan mendukung perkembangan perusahaan, terutama di masa mendatang, dengan perluasan fasilitas distribusi yang cepat.

Pelayanan pelanggan kini kian lama menjadi kian penting. Salah satu bidang adalah pembacaan pengukuran otomatik (PPA). Biayanya hingga kini masih terasa tinggi dan karenanya dibatasi pada pelanggan besar seperti industri, pusat belanja, ataupun gedung-gedung tinggi. Pencatatan dan pelaporan pemadaman juga merupakan suatu bidang layanan yang masih lemah. Pada saat ini perusahaan listrik mencari peralatan yang memiliki kemampuan mencatat terjadinya pemadaman. Bilamana hal itu terjadi, alat itu melaporkan adanya pemadaman. Beberapa perusahaan listrik menyediakan peralatan di mana pelanggannya memasukkannya ke dalam outlet listrik dan telepon. Bilamana pemadaman terjadi, alat ini melaporkannya kepada perusahaan listrik. hal ini sangat banyak meningkatkan layanan pelanggan. Selain itu, layanan pelanggan masih dapat lebih ditingkatkan dalam bidang pembuatan rekening, dan pengelolaan sisi pemakai.

Penutup

Dengan memperhatikan kecenderungan-kecenderungan perkembangan teknologi yang kini terjadi, beberapa catatan dapat dibuat. Penggunaan gas bumi sebagai bahan bakar pembangkitan energi listrik akan meningkat dengan pesat di mana-mana. Pemanfaatan batubara juga akan meningkat, sekalipun tidak setajam gas. Posisi batubara sebagai bahan bakar utama akan dapat dipertahankan. Pemanfaatan minyak akan banyak menurun. Minat akan energi terbarukan akan meningkat juga, sekalipun secara relatif memiliki peran yang masih kecil. Sedangkan permintaan akan energi nuklir secara global tidak akan seberapa meningkat.

Efisiensi pembangkitan tenaga listrik akan meningkat, bukan saja karena teknologi pembangkitannya menjadi lebih baik, akan tetapi juga karena pengusahaan tenaga listrik makin lama makin banyak mempergunakan otomatisasi. Layanan pelanggan juga akan meningkat disebabkan faktor otomatisasi. Dan juga perlu disebut masalah lingkungan akan menjadi lebih kecil karena perkembangan teknologi yang lebih bersahabat lingkungan.

Daftar Pustaka

Kadir, A., "Energi: Sumberdaya, Inovasi, Tenaga Listrik, Potensi Ekonomi", Penerbit Universitas Indonesia, jakarta, 1995.
Kadir, A., "Pembangkit Tenaga Listrik", Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta, 1997.
Kato, M. and S. Yukawa, "Recent Trends in Thermal Power Plant Generation", Hitachi Review, Vol 27, No. 7, 1990.
Pennwell, "International Electric Power Encyclopedia", Pennwell Publishing company, Tulsa, 1999.
Wood, allen J. and Bruce F. Wollenbay, "Power Generation, Operation & Control", John Wiley & Sons, New York, 1991. q

Oleh : Prof. Ir. Abdul Kadir, IPM adalah Ketua Sekolah Tinggi Teknik Yayasan PLN, Jakarta.

(Sumber Elektro Indonesia)
Read more ►

Selasa, 20 Desember 2011

Jenis-Jenis Diklat Bidang Ketenagalistrikan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi

0 komentar

Untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian aparatur khususnya dibidang Energi Ketenagalistrikan dibagi beberapa bidang diklat diantaranya :

Diklat Bidang Ketenagalistrikan

• DT. Inspeksi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
• DT. Uji Laik Operasi PLTD
• DT. Perhitungan Tarif
• DT. Inspeksi PLTU Batubara
• DT. Uji Laik Instalasi Pemanfaatan
• DT. Pengaturan Bidang Ketenagalistrikan
• DT. Inspektur Ketenagalistrikan
• DT. Pengembangan Listrik Perdesaan
• DT. Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah (RUKD)
• DT. Uji Laik PLTU Batubara
• DT. Pengoperasian dan Pemeliharaan PLTMH

Diklat Bidang Energi Baru Terbarukan

• DT. Pengusahaan PLTMH
• DT. Evaluasi FS PLTMH
• DT. Pengelolaan dan Pemeliharaan PLTS
• DT. Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB)
• DT. Potensi Sampah sebagai Bahan Bakar PLT
• DT. PLT Biomassa
• DT. Pemanfaatan Panas Bumi untuk Non Kelistikan/Sumur Dangkal
• DT. Penyuluhan Energi

Diklat Bidang Konservasi Energi

• DT. Analisis Ekonomi dalam Penerapan EBT
• DT. Konservasi Energi Untuk Bangunan Gedung
• DT. Perencanaan Energi Daerah
• DT. Penggunaan Ekonometrika dalam Ekonomi Energi
• DT. Audit Energi Pada Bangunan Gedung
• DT. Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Dgn Teknologi EBT
• DT. Penghematan Energi dan Air

Diklat Penunjang

• Komunikasi dan Presentasi Efektif Angk
• DT. English Presentation Skill
• DT. English for Daily Working
• DT. TOEFL Preparation

Diklat terstruktur

• Diklat Teknis Terstruktur Dasar II

Semua diklat yang ada sudah dijadwal setiap tahunnya serta lokasi pelaksanaan diklat juga sudah ada, dengan demikian diharapkan kemampuan dan keahlian bagi aparatur Pemerintah.Diklat dilaksanakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan Enerbi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi.(isk)
Read more ►

Selasa, 23 Agustus 2011

Ada Midnight Sale dan Sahur, Beban Listrik PLN Capai 16.000 MW

0 komentar

Jakarta - PT PLN (Persero) mengungkapkan beban listrik tengah malam selama bulan Ramadan mencapai 16.000 MW. Beban tersebut mengalami kenaikan 1.000 MW akibat adanya pemakaian malam hari termasuk adanya midnight sale di mall-mall besar dan ibadah saur dibulan puasa.

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama PLN Dahlan Iskan kepada detikFinance di Jakarta, Minggu (21/8/2011).

"Konsumsi listrik naik 1.000 MW malam hari dibanding pada hari biasa. Tapi tidak masalah karena pada hari biasa pemakaian malam hari sangat rendah," ungkap Dahlan.

Dijelaskan Dahlan, beban puncak hari biasa untuk daerah Jawa mencapai 18.000 MW dan beban tengah malam hanya 15.000 MW. "Selama puasa ini, beban puncak turun 300 MW tapi beban tengah malam naik 1.000 MW menjadi 16.000 MW (termasuk adanya midnight sale)," tuturnya.

Namun Dahlan menggarisbawahi jika pemakaian ini hanya untuk diseluruh Pulau Jawa. Yang memang mencerminkan 80% dari konsumsi listrik nasional.(Sumber :detikfinance.com)

"Naiknya beban tengah malam ini justru baik bagi PLN karena memperkecil perbedaan beban tengah malam dengan beban puncak. Penyediaan listrik bisa lebih stabil," terangnya.

Seperti diketahui, menjelang lebaran mall-mall di Jakarta dan sekitarnya memberikan program-program menarik salah satunya midnight sale atau diskon tengah malam. Sejak pukul 21.00 hingga pukul 00.00 mall-mall memberikan banting harga dan diskon menarik. Ternyata, adanya midnight sale ini memberikan beban tersendiri bagi konsumsi listrik.(Sumber : detikfinance.com)
Read more ►

Selasa, 09 Agustus 2011

Tips Menghemat Energi Listrik

0 komentar

energikukar.blogspot.com
Dalam upaya mensukseskan program Pemerintah mengenai Instruksi Penghematan Energi ada baiknya sedikit disampaikan beberapa tips dalam menghemat listrik. Berikut ini tips tentang cara menghemat energi listrik:
Tips penghematan energi listrik pada rumah tangga bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:
• Menggunakan lampu hemat energi (LHE)
• Mengurangi pemakaian daya listrik minimal 50 watt
• Mengatur suhu ruang ber-AC di rumah pada suhu minimal 25 derajat celcius

Penghematan energi listrik pada bangunan komersial dan instansi pemerintah:
• Mengatur suhu ruang ber-AC pada suhu minimal 25 derajat celcius
• Mengurangi daya pencahayaan listrik ruangan maksimal 15 watt/m
• Mengurangi pencahayaan listrik aksesoris/dekorasi
• Mengurangi jam operasi peralatan:

AC dan eskalator hanya dari awal jam kerja sampai 1 jam sebelum jam kerja berakhir,
Penggunaan lift hanya dioperasikan dengan pemberhentian pada setiap 2 lantai.
Penghematan energi listrik pada sektor industri:
• Melaksanakan audit energi pada industri yang padat energi
• Menggunakan produk dan teknologi hemat energi
Melaksanakan hemat energi dalam beberapa kegiatan lain diantaranya :
• Menggunakan sistem penerangan hemat energi untuk penerangan jalan umum (PJU), periklanan dan fasilitas lainnya.
• Mengeliminasi diesel dari komposisi bahan bakar minyak.

Dari apa yang disampaikan segala bentuk penggunaan energi listrik harus disesuaikan berdasarkan kebutuhan, Semoga tips yang disampaikan ini bisa bermanfaat.(isk)

Read more ►

Selasa, 02 Agustus 2011

Jam Kerja Ramadhan 1432 H, libur nasional & cuti bersama tahun 2011 dilingkungan Pemerintah Kab. Kutai Kartanegara

0 komentar

energikukar.blogspot.com
Dalam rangka untuk memberikan ketenangan dan ketentraman selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1432 H / 2011 M, Pemerintah Kab. Kutai Kartanegara maka dipandang perlu menyampaikan ketentuan jam kerja sesuai Kepres Nomor 68 tahun 1995, Kepmen PAN Nomor : 08 tahun 1996, SK bersama nomor : Kep.135/MENPAN/2011 dan SK bersama Menpan Nomor : SKB/02/M.PAN/RB/5/2011, surat Wakil Gubernur Kaltim Nomor : 061.2/6293/ORG.
Adapun jam kerja tersebut :
Hari Senin s/d kamis : Pukul 08.00 - 15.00 Wita.
Hari Jum'at Pukul : 08.00 - 11.00 Wita.
Pemberlakuan jam kerja tersebut efektif terhitung sejak permulaan sampai dengan berakhirnya Ramadhan tahun 1432 H / 2011 M.

Sedangkan libur Nasional dalam rangka Idul Fitri 1432 H, dari tanggal 30 - 31 Agustus 2011 (hari Selasa dan Rabu).
Cuti bersama sebelum dan sesudah Idul Fitri 1432 H / 2011 M tanggal (Senin) 29 Agustus 2011, (Kamis & Jum'at) 1 -2 September 2011, seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) masuk kembali kerja pada tanggal 5 September 2011, dengan memberlakukan jam kerja dan apel pagi seperti biasa. (isk)
Read more ►

Senin, 25 Juli 2011

Instruksi Penghematan Energi

0 komentar

Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) memberlakukan kembali Instruksi Presiden (Inpres) no 2 tahun 2008 tentang penghematan energi.

Demikian disampaikan Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh, usai menghadiri acara PORSENI di Kementerian ESDM, Jakarta Minggu (24/7).

"Sesuai Inpres No. 2 tahun 2008 agar segenap jajaran pemerintah meningkatkan efisiensi yang pernah dicapai agar jangan kendor, dan mulai kemarin (Senin) kita secara konkirt mendorong dan melihatimpelementasi peningkatan efsisiensi dan penghematan listrik di beberapa kementerian," ungkap Darwin.

Lebih lanjut Darwin menjelaskan, beberapa kementerian yang akan menjalankan inpres tersebut diantaranya adalah, kementerian badan usaha milik negara, kementerian pertahanan, kementerian keuangan, kementerian dalam negeri, sekretaris negara dan sekretaris kabinet serta kementerian lain.

"Utamanya adalah semua kementerian dan pemerintahan, dengan begitu kita menuju target penghematan 20-25%," tukas Darwin.

Sementara, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan KESDM, Jarman mengatakan, bahwa dalam implementasinya pemerintah akan membagikan buku panduan, agar masing-masing kepala kantor yang menangani rumah tangga itu mengontrol dan membuat laporan tentang pengehematan konsumsi listrik.

"Jadi ini dimulai melalui pemerintah untuk memberi contoh, setelah itu ke BUMN. Dengan begitu kita harapkan penghematan sebesar 20-30% itu bisa tercapai," ujar Jarman, Jum'at kemarin.

Seperti diketahui, terkait penghematan energi inpres ini merupakan bukan yang pertama kalinya. Pada 2005, saat harga minyak dunia melonjak hingga keluar dari perkiraan APBN, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga mengeluarkan inpres serupa.(sumber : www.inilah.com)
Read more ►

Jumat, 15 Juli 2011

Survey awal PLTMH di Desa Suka Bumi Kec. Kota Bangun

0 komentar

energikukar.blogspot.com

Berdasarkan SPPD Nomor : 540/225/SEKT/VI/2011, yaitu tanggal 30 s/d 2 Juni 2011 Telah dilaksanakan peninjauan dan survey awal lokasi permohonan bantuan PLTMH di Desa Suka Bumi Kec. Kota Bangun, adapun petugas survey dipimpin oleh Bapak Darwis,ST.,M.Si (Kabid. Energi dan Ketenagalistitrikan) Ibu Hj. Rita Hairani, BA (Kasi Pengembangan Listrik Pedesaan) Nopan Sholihin,ST (Staf P3ISDA) Iskandar,SE (Staf Seksi Pengembangan Listrik Pedesaan).
Peninjauan lokasi didampingi aparat desa serta masyarakat Desa Suka Bumi Peninjauan langsung menuju lokasi air terjun Suka Bumi, yang berjarak + 2 KM dari Desa Suka Bumi, perjalanan kelokasi bisa menggunakan kendaraan baik roda 2 maupun roda 4, akan tetapi menuju air terjun dilakukan dengan berjalan kaki + 10 menit. Air terjun Suka Bumi ada 2 (dua) yang pertama tingginya + 15 M yang kedua + 12 M. Hutan disekitar air terjun sebagian masih hutan alami, yang sebagiannya lahan perkebunan masyarakat. Dari hasil survey awal yang dilaksanakan air terjun Suka Bumi bisa diusulkan untuk dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), akan tetapi hal itu perlu kajian teknis yang lebih detail. Adapun usulan awal kegiatan tersebut sebaiknya diusulkan pada kegiatan tahun anggaran 2012, berupa kegiatan survey dan penyusunan studi kelayakaan serta data penunjang lainnya, dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat yang tidak terjangkau listrik PLN. Kegiatan ini juga nantinya kearah program Pengembangan Desa Mandiri Energi.(isk)
Read more ►

Senin, 11 Juli 2011

Pelaksanaan Kegiatan Inventarisasi dan Pembinaan Captive Power dalam Wilayah Kab.Kutai Kartanegara tahun 2011

0 komentar

energikukar.blogspot.com
Sehubungan telah direalisasikannya anggaran tahun 2011 Bidang Energi dan Ketenagalistrikan Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Kutai Kartanegara mulai melaksanakana kegiatan yang sudah tertuang dalam DPA SKPD tahun anggaran 2011. Adapun kegiatan yang dilaksanakan diantaranya kegiatan Inventarisasi dan pembinaan Captive Power dalam wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Hal ini disampaikan PPTK Bapak Ir. Marthen L. Sirappa yang juga selaku Kepala Seksi Penyediaan listrik pada Bidang Energi dan Ketenagalistrikan . dalam penyampaian beliau agenda kegiatan yang ada sudah disusun sedemikian rupa agar pelaksanaan kegiatan bisa berjalan sesuai rencana, Pelaksanaan perjalanan Dinas dalam Daerah sesuai DPA-SKPD sebanyak 58 ( Lima Puluh Delapan ) Kali perjalanan untuk triwulan ke 2 ada 12 Perjalanan Dinas antara Lain :
- Inventarisasi dan Pembinaan Captive Power Dalam Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara ke 3 perusahaan pemegang IUKS di Kecamatan Kota Bangun antara lain : PT. GEMIDA 340 kva, PT. GEMIDA 1650 kva, PT. Kartika Selabumi Mining.
Inventarisasi dan Pembinaan Captive Power Dalam Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara ke 3 perusahaan pemegang IUKS di Kecamatan Sangasanga antara lain : PT. Alhasanie, PT. Indomining, PT. Adimitra Baratama Nusantara.
- Inventarisasi dan Pembinaan Captive Power Dalam Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara ke 1 ke Kecamatan Kota Bangun.
Inventarisasi dan Pembinaan Captive Power Dalam Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara ke 2 perusahaan pemegang IUKS di Kecamatan Muara Jawa antara lain : PT. Srinivasa Mining, PT. Binamitra Sumberarta.
- Inventarisasi dan Pembinaan Captive Power Dalam Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara ke 2 perusahaan pemegang IUKS di Kecamatan Tabang antara lain : PT. Fajar Sakti Prima, PT. Guruh Putra Bersama.
- Inventarisasi dan Pembinaan Captive Power Dalam Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara ke 1 perusahaan pemegang IUKS di Kecamatan Kembang Janggut antara lain : PT. Rea Kaltim Plantations.
Realisasi pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja serta pembinaan dan pengawasan yang berkesinambungan. (isk)
Read more ►

Selasa, 28 Desember 2010

KEGIATAN STUDI LAPANGAN PENGEMBANGAN ENERGI BARU TERBARUKAN

0 komentar
energikukar.blogspot.com
Sejak terbentuknya Bidang Energi dan Ketenagalistrikan Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Kutai Kartanegara berdasarkan Peraturan Bupati Kutai Kartanegara Nomor 50 tahun 2008 tentang tugas pokok dan fungsi bidang energi dan ketenagalistrikan. Masih banyak yang harus dipelajari, hal ini berkaitan dengan pengembangan energi dan ketenagalistrikan khususnya diwilayah Kutai Kartanegara. Seperti diketahui, bahwa saat ini kebutuhan listrik merupakan kebutuhan yang sangat diperlukan oleh masyarakat. Dengan teralirinya listrik ke masyarakat maka secara tidak langsung perkembangan daerah perlahan tapi pasti akan mengalami peningkatan. Pengembangan SDM juga secara perlahan akan meningkat dan akhirnya berdampak kepada pengembangan ekonomi masyarakat hal ini sejalan dengan program Pemerintah Daerah yaitu Gerbang Raja (Gerakan Pengembangan Rakyat Sejahtera).

Dalam upaya menunjang kebutuhan akan listrik sesuai tupoksi bidang Energi dan Ketenagalistrikan Dinas Pertambangan dan Energi Kutai Kartanegara baru-baru ini melakukan studi pengembangan energi ketenagalistrikan di Propinsi Bali. Rombongan di pimpin langsung Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Kutai Kartanegara yaitu : Bapak Ir. H. Assobirin.

Didalam kegiatan studi lapangan tersebut diarahkan ke pengembangan energi baru terbarukan yaitu studi ke Pembangkit Listrik Tenaga Sampah. Studi lapangan diawali pertemuan di ruang Kepala Bidang Pertambangan dan Energi Dinas PU Propinsi Bali yang diterima langsung Kabid pertambangan dan Energi yaitu Bapak Ir. Putu Agus Budiana, MM beserta staf, dilanjutkan dengan presentasi singkat kemudian langsung menuju lokasi studi lapangan yang berada diwilayah Kota Denpasar didampingi staf bidang Pertambangan dan Energi Propinsi Bali.

Setelah tiba dilokasi langsung disambut pihak pengelola sekaligus pelaksana pembangunan yaitu PT. Navigate Organic Energy Indonesia (N.O.E.I). seperti dipaparkan bahwa Pembangkit Listrik tenaga sampah yang dibangun sekarang merupakan hasil kerjasama yang digagas oleh pihak Badan Pengelola Kebersihan Sarbagita ( BPKS ) Bali. Sebelum dilaksanakan kegiatan ini pihak BPKS sendiri mengundang beberapa konsultan dan pihak investor untuk melakukan presentasi. Dan akhirnya terjadi kesepakatan antara pihak BPKS dan investor yaitu PT. NOEI. Dalam perjanjian kerjasama ini dilakukan selama 20 Tahun. Pekerjaan dimulai dari tahun 2006 kemudian mulai beroperasi tahun 2008, target selesai kegiatan pembangunan 2012. Seperti yang disampaikan pihak pengelola bahwa untuk menghasilkan energi diperlukan sampah antara 400 s/d 800 ton perhari. Saat ini produksi sampah yang ada berkisaran ¬+ 400 s/d 600 ton perhari. Sampah-sampah ini berasal dari 3 Kabupaten dan 1 kota wilayah Propinsi Bali. Saat ini sampah yang dipergunakan yaitu sampah organik. Untuk proses pemilihan sampah organik dan non organik pihak pengelola bekerjasama dengan para pemulung setempat. Pembangkit Listrik Tenaga Sampah yang dikelola oleh Pihak PT. Navigate Organic Energy Indonesia (N.O.E.I). sudah disambungkan dan dijual kepihak PT. PLN (Persero) selaku pihak tunggal yang berhak menyalurkan ke pelanggaan.

Dari hasil studi lapangan ini dapat disimpulkan bahwa penggalian dan pemanfaatan sumber daya energi baru terbarukan harus dioptimalkan. Perlu ditindak lanjuti dengan mengadakan kegiatan survey-survey awal terhadap potensi-potensi sumber energi baru terbarukan yang ada diwilayah Kutai Kartanegara. Beberapa tahun terakhir ini Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Kutai Kartanegara sudah melaksanakan kegiatan untuk pengembangan energi baru terbarukan yaitu Kegiatan Pengadaan Solar Light atau yang lebih sering di kenal dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sistem tersebar dibeberapa kecamatan dalam wilayah Kutai Kartanegara. Semoga kegiatan ini terus berjalan serta ditingkatkan ke kegiatan yang lebih bermanfaat ke masyarakat serta didukung penuh oleh Pemeritah Kab. Kutai Kartanegara melalui APBD disetiap tahun anggaran. (isk)
Read more ►

Minggu, 22 Agustus 2010

2020, Indonesia Nikmati Listrik Berkualitas Dari Sesi Pertama (Batam) Rembuk Kelistrikan Nasional Menuju Indonesia Terang

0 komentar
Rembuk Kelistrikan Nasional telah dilaksanakan Sabtu (3/7) di Hotel Nagoya Plasa, Batam. Sedikitnya 150 tamu berpartisipasi dalam diskusi sesi pertama tersebut. Dua di antara tiga sesi yang direncanakan dijadwalkan berlangsung di Surabaya dan Makassar. Berikut catatannya.

SESI Batam menampilkan Dirut PLN Dahlan Iskan sebagai keynote speaker. Dahlan memaparkan master plan pembangunan kelistrikan nasional melalui Visi 75/100. Visi 75/100 adalah target pencapaian rasio elektrifikasi 100 persen secara nasional pada HUT Ke-75 RI pada 2020. ’’Berarti 10 tahun lagi 100 persen rakyat Indonesia akan memperoleh pelayanan listrik yang memadai dan berkualitas,’’ kata Dahlan.

Menurut dia, saat ini rasio elektrifikasi secara nasional baru berkisar 65 persen. Dengan demikian, 35 persen penduduk Indonesia belum terlayani jaringan listrik. Dengan tenggat yang tersisa, bukan perkara mudah mencapai target yang telah ditetapkan. Dibutuhkan segala upaya dari seluruh stakeholder untuk bersinergi dan saling mendukung dalam mencapai target tersebut.

Peluang dan tantangan pembangunan sektor kelistrikan nasional ke depan akan semakin kompleks karena melibatkan banyak faktor yang saling terkait. Dalam rembuk sesi pertama lalu, sejumlah peserta terlibat aktif mengangkat berberapa pokok yang perlu diperhatikan dan direkomendasikan untuk dikaji lebih lanjut, baik oleh pengambil keputusan (pemerintah dan DPR) maupun PT PLN dan stakeholder yang lain.

Pertama, terkait dengan status sektor kelistrikan yang diatur dalam UU No 30 Tahun 2008, yang secara eksplisit menyebutkan bahwa listrik sebagai komoditas. Itu yang selama ini menyebabkan investasi di bidang kelistrikan kurang mengantisipasi kebutuhan pada masa depan.

Dalam diskusi yang berkembang, peserta menilai listrik seharusnya dipandang sebagai infrastruktur. Dengan demikian, pengembangan kelistrikan dapat diperhitungkan sebagai investasi yang dapat mendorong kegiatan ekonomi dan industri. Pemerintah Tiongkok diajukan sebagai contoh bagaimana membangun negeri dengan memulai membangun infrastruktur yang sangat memadai, termasuk suplai energi listrik yang cukup dan berkualitas.

Kedua, kebijakan subsidi pemerintah kepada PT PLN (persero). Sesungguhnya pemberian subsidi kepada PT PLN tidaklah tepat, baik ditinjau dari sisi keuangan negara maupun undang-undang. Sebagai entitas bisnis yang memiliki label persero, manajemen dituntut bersikap profesional dalam mengelola PT PLN.

Subsidi pemerintah kepada PT PLN selama ini dituding sebagai penyebab tidak berkembangnya kultur korporasi yang profesional di tubuh manajemen PT PLN. Subsidi yang diberikan pemerintah kepada PT PLN juga dinilai tidak tepat sasaran. Sebab, subsidi yang digelontorkan pemerintah tersebut juga dinikmati golongan masyarakat yang memiliki kemampuan membayar listrik sesuai dengan harga keekonomiannya.

Celakanya lagi, jumlah subsidi yang dinikmati kalangan mampu itu jauh lebih besar daripada jumlah masyarakat yang memang berhak atas subsidi tersebut. Karena itu, Dirut PT PLN Dahlan Iskan pernah menggulirkan wacana listrik gratis bagi pelanggan yang tidak mampu. Untuk itu, perlu dipikirkan kemungkinan pencabutan subsidi pemerintah kepada PT PLN dan mengubahnya menjadi subsidi langsung kepada pelanggan yang tidak mampu secara tunai.

Dengan begitu, subsidi yang diberikan pemerintah menjadi lebih tepat sasaran. Namun, tentunya perlu diatur mekanisme penyaluran subsidi tersebut untuk memperkecil kemungkinan penyimpangan dalam pelaksanaannya.

Permasalahan kelistrikan nasional saat ini juga tidak terlepas dari faktor teknis, dari produksi, distribusi, hingga aspek pemasaran seperti supply dan demand, termasuk penetapan tarif dasar (TDL) oleh pemerintah. Dari aspek produksi, kapasitas terpasang pembangkit listrik saat ini baru pada tahap cukup. Masih diperlukan tambahan kapasitas sekitar 30 persen dari yang sudah ada sebagai cadangan. ’’Tambahan 30 persen itu digunakan untuk memberikan pasokan listrik yang stabil kepada masyarakat. Dengan demikian, bila terjadi gangguan teknis atau perawatan pasokan, pelanggan tidak sampai terganggu,’’ kata Dahlan.

Salah satu langkah teknis adalah penggunaan bahan produksi untuk pembangkit listrik. Dalam hal itu, perlu dipikirkan pembangunan pembangkit listrik baru yang menggunakan sumber energi alternatif yang lebih murah dan ramah lingkungan (green energy). Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki banyak sumber energi alternatif, seperti panas bumi (geotermal) dengan potensi cukup besar, tetapi pemanfaatannya masih terbatas. Para peserta Rembuk Kelistrikan Nasional menilai, sudah saatnya Indonesia memanfaatkan teknologi nuklir untuk memproduksi listrik karena dianggap lebih efisien dan bersih.

Dari aspek distribusi, perlu dibangun jaringan yang dapat menjangkau daerah pelosok. Untuk daerah terisolasi seperti pulau-pulau kecil, penyediaan listrik dapat disiasati dengan membangun pembangkit listrik hibrida, yang memiliki lebih dari satu sumber energi. Misalnya, kombinasi pembangkit bertenaga surya dan berbahan bakar solar. Dengan demikian, keterpasokan listrik di daerah tersebut lebih terjamin.

Peserta juga berharap agar penetapan tarif dasar listrik lebih memiliki rasa keadilan sehingga tidak hanya menggerogoti keuangan negara. Sebab, selama ini subsidi hanya dinikmati pelanggan dengan penggunaan listrik besar, yang tentunya juga mampu secara ekonomi.

Visi Dahlan soal pelayanan dan pemasaran listrik patut diacungi jempol. Dahlan telah menelurkan konsep pengembangan listrik prabayar. Menurut skenario Dirut PLN itu, diharapkan lima juta pelanggan listrik dapat menikmati listrik prabayar hingga 2011. ’’Dengan listrik prabayar, pelanggan akan mendapatkan pelayanan berkualitas sesuai dengan jumlah yang dibayar. Itu juga melatih mereka lebih hemat dalam penggunaan listrik,’’ kata Dahlan.

Dari sisi PT PLN, pengembangan listrik prabayar dapat mengurangi jumlah tagihan listrik yang tertunggak. Permintaan pun lebih terkontrol. Pengembangan listrik prabayar juga diharapkan dapat mendorong industri pembuatan kwh meter prabayar di dalam negeri, yang teknologinya sudah dikuasai para ahli di Indonesia.

Masalah kelistrikan tak hanya soal pembangkit, pemasaran, dan distribusi. Aspek keamanan bagi pelanggan PT PLN juga menjadi perhatian. PT PLN memberikan jaminan keamanan listrik kepada masyarakat, terutama bagi pelanggan dengan kapasitas 1.300 VA ke bawah. Bila terjadi kecelakaan yang diakibatkan arus listrik dan pelanggan merugi, PLN akan mengganti kerugian pelanggan sesuai dengan kompensasi yang ditetapkan. ’’Kami menggandeng perusahaan asuransi,’’ katanya. (Sumber : Kaltim Post)
Read more ►

Jumat, 25 Juni 2010

Tarif Dasar Listrik 2010

0 komentar

Pemerintah melalui Kementerian ESDM bersama-sama dengan komisi VII DPR minus Fraksi PKS dan PDIP telah menyetujui kenaikan TDL yang berlaku per 1 Juli mendatang.
Berikut rincian kenaikan TDL baru yang bakal diterima pelanggan listrik per 1 Juli 2010 mendatang:
I. Pelanggan Rumah Tangga (R)
1. Pelanggan R1 daya 1.300VA, rata-rata pemakaian listrik 200 kWh/bln, biaya pokok produksinya Rp1.163 per kWh, TDL sebelum naik rata-rata Rp672 per kWh, rata-rata kenaikan TDL ditetapkan sebesar 18%. Dengan demikian tarif baru yang mulai berlaku per 1 Juli mendatang rata-rata mencapai Rp793 per kwh.
2. Pelanggan Rumah Tangga R1, daya 2.200 VA, pemakaian listrik rata-rata 355 kwh per bulan, besaran biaya pokok produksi (BPP) Rp1.163 per kwh, TDL rata-rata sebelum naik Rp675 per kwh. Rata-rata kenaikan 18%, sehingga tarif baru sesudah naik rata-rata jadi Rp797 per kwh.
3. Pelanggan Rumah Tangga R2, daya 3.500 VA sampai dengan 5.500VA, rata-rata pemakaian listrik 636 kwh/bln, BPP mencapai Rp1.163/kwh, harga sebelum naik Rp755 per kwh, dengan kenaikan sebesar 18%, maka tarif baru menjadi Rp891/kwh.
II. Kelompok Pelanggan Kelas Bisnis (B)
1. Untuk B1, daya 1.300 VA, rata-rata pemakaian 198kwh/bln, BPP Rp1.163/kwh, harga sebelum naik Rp685/kwh, naik sebesar 16%, sehingga harga tarif baru menjadi Rp795/kwh.
2. Untuk B2, daya 2.200 VA-5.500VA. Rata-rata pemakaian 307 kwh/bulan, BPP Rp1.163/kwh, harga sebelum naik Rp782/kwh, naik 16%, tarif sesudah naik menjadi Rp907/kwh.
3. Untuk B3, di atas 200 KVA, rata-rata pemakaian 212,249, BPP 839/kwh, harga sebelum Rp811/kwh, naik 12%, tarif sesudah naik menjadi Rp908/kwh.
III. Kelompok Pelanggan Industri (I)
1. Pelanggan I1, daya 1.300 VA, rata-rata pemakaian 178kwh/bln, BPP 1.163/kwh, tarif sebelum Rp724/kwh, dengan kenaikan 6%, maka tarif baru menjadi Rp767/kwh.
2. Pelanggan I2, daya 2.200 VA, rata-rata pemakaian 273 kwh per bulan, BPP Rp1.163/kwh, tarif sebelum naik Rp746/kwh, kenaikan 6%, maka tarif sesudah naik menjadi Rp790/kwh.
3. Pelanggan I3, daya 2.200VA sampai dengan 14 KVA, rata-rata pemakaian 872/kwh/bln, BPP Rp1.163, tarif sebelum naik Rp872/kwh, kenaikan 9%, maka tarif baru menjadi Rp916/kwh.
4. Pelanggan 14 KVA sampai dengan 200 KVA, rata-rata pemakaian per bulan 11.342, BPP Rp839/kwh, tarif sebelum naik Rp805/kwh, kenaikan 9%, tarif baru Rp878/kwh.
5. Pelanggan di atas 200 KVA, rata-rata pemakaian per bulan 314.435, BPP Rp 839/kwh, TDL sebelum naik Rp641/kwh, kenaikan 15%, tariff baru menjadi Rp737/kwh.
6. Pelanggan di atas 30.000, rata-rata pemakaian 16.592.651, BPP Rp718/kwh, tarif sebelum naik 529/kwh, kenaikan 15%, tarif baru menjadi Rp608/kwh
(Sumber : kautsarku.wordpress.com)
Read more ►

Kamis, 17 Juni 2010

Workshop Bimtek Petugas Pengelolaan PLTS

0 komentar

Berdasarkan DPA SKPD kegiatan Monitoring dan Supervisi Penggunaan Solar Light Tahun 2010, maka dilaksanakan kegiatan Workshop Bimbingan Teknis Petugas Pengelolaan PLTS. Dimana kegiatan tersebut merupakan kegiatan penunjang dalam upaya pembekalan bagi petugas/staf yang nantinya akan melakukan monitoritng dilapangan. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah memberikan pengetahuan dasar bagi petugas mengenai PLTS. Kegiatan Workshop Bimtek Petugas Pengelolaan PLTS dilaksanakan dari tanggal 15 s/d 16 Juni 2010, bertempat di Hotel Karya Tapin 2 Tenggarong. Kegiatan tersebut dibuka Bapak Ir. Endang Priyatna (Kabid. Energi dan Ketenagalistrikan) yang mewakili Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Kutai Kartanegara, Jumlah peserta yang mengikuti Bimtek tersebut sebanyak 25 orang dari Staf dilingkungan Bidang Energi dan Ketenagalistrikan serta dari Dinas Pertambangangan dan Energi Propinsi Kalimantan Timur. sedangkan Narasumber yaitu Bapak Berli Yasmon dan Bapak TB. Dimas Ikhsan Wahyu.K dari PT. Genius International. Adapun materi yang diberikan meliputi Presentai,Pelatihan dan Perencanaan PLTS, serta Pemasangan dan Perawatan PLTS. Bapak M. Saleng,ST selaku Panitia penyelenggara/PPTK, menyampaikan yang mendasari kegiatan Bimtek ini diantaranya masih minimnya pengetahuan khususnya tentang PLTS, sehingga sangat perlu sekali diadakan kegiatan Bimtek ini. Dari kegiatan tersebut nantinya diharapkan petugas/staf yang nantinya melaksanakan kegiatan monitoring dan supervisi pengunaan solar light dapat bekerja lebih maksimal.(iskdr)
Read more ►

Senin, 07 Juni 2010

Rapat Koordinasi Jaringan Listrik Desa Liang Ilir Kec. Kota Bangun

0 komentar

Pada Tanggal 7 Juni 2010 telah diadakan rapat koordinasi mengenai jaringan listrik Desa Liang Ilir Kec. Kota Bangun. Dilokasi tersebut pernah dilaksanakan pembangunan jaringan yang sama melalui APBD II tahun 2004, akan tetapi jaringan tersebut sampai sekarang belum teraliri listrik, bahkan ada sebagian kelengkapan yang terpasang ada yang hilang. untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pihak Distamben kukar mengadakan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Kabid EKTL Ir. Endang Priyatna mewakili Kepala Dinas, rapat koordinasi tersebut dihadiri langsung dari pihak Kecamatan Kota Bangun,Kantor Pengelolaan Aset Daerah, Bagian Perlengkapan SetKab. Kukar, Konsultan Teknis, dan PT. PLN Ranting Kota Bangun. Dari hasil rapat tersebut dituangkan dalam notulen rapat disepakati akan dilakukan peninjauan bersama ke lokasi jaringan listrik Desa Liang Ilir Kec. Kota Bangun. Peninjauan tersebut dihadiri Distamben Kukar, Kantor Pengelolaan Aset Daerah, Bagian Perlengkapan SetKab. Kukar, Bagian Hukum Setkab. Kukar, Inspektorat Kab. Kukar, serta Konsultan Teknis, dilokasi nanti akan didampingi pihak Kecamatan Kota Bangun, Kepala Desa Liang Ilir, dan PT. PLN Ranting Kota Bangun. peninjauan tersebut rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 9 Juni 2010.(iskdr)
Read more ►
 

Copyright © energikukar.blogspot.com Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger